No Limit Fallacy
- NLF (No Limit Fallacy) -
A. Pembukaan
"No Limit Fallacy", atau biasa disingkat "NLF" adalah salah satu dari sekian macam "Logical Fallacy 『Kesalahan Logika』".
Apa itu "Logical Fallacy 『Kesalahan Logika』"?
Logical Fallacy adalah suatu alur penalaran atau cara berpikir yang "cacat" atau "sesat".
Cara berpikir semacam ini memang kadang kita pakai secara tidak sengaja. Akan tetapi, tak sedikit pula cara berpikir ini dipakai secara sengaja oleh suatu "pihak" tertentu untuk memengaruhi orang lain, membuat pembenaran sepihak, atau lari dari masalah.
————————————————————————
B. Apa itu "NLF (No Limit Fallacy)"?
NLF adalah suatu kondisi ketika seseorang menyatakan suatu hal yang belum diketahui batasannya, lalu dirinya menyatakan kalau hal tersebut benar-benar bisa melakukan "segalanya (Tak kenal batas)".
————————————————————————
C. NLF Pada Dunia Fiksi
Tanpa sadar, kasus NLF ini mungkin telah sering kita temui. Biasanya, kemunculannya itu ketika ada suatu "debat" yang melibatkan suatu karakter fiksi satu dengan karakter fiksi lain yang memiliki judul, atau bahkan Author yang berbeda. Walau begitu, terkadang, kita juga masih bisa menemukan kasus ini pada suatu judul fiksi yang masih sama.
Berikut ini adalah contoh kasusnya :
a. Untuk Fiksi yang Masih Dalam 1 Judul yang Sama
○ Pernyataan :
Yata no Kagami milik Itachi dapat menahan semua serangan. Jadi, serangan apa pun tak akan berguna di hadapan Yata no Kagami.
○ Pembahasan :
Bagi penikmat serial Naruto, pasti tahu kehebatan Yata no Kagami. Yata no Kagami mampu menahan teknik Kirin milik Sasuke yang memiliki kekuatan serangan dan kecepatan yang tak bisa dipandang kecil.
Akan tetapi, apa itu sudah cukup untuk memberikan "predikat" bahwa Yata no Kagami bisa menahan semua serangan?
Apakah Yata no Kagami dapat menahan serangan dari Bijuu-dama milik Juubi?
Ya, Itachi memang sudah "pergi" sebelum Juubi bangkit sehingga kita tidak dapat mengetahuinya secara pasti.
Namun, masih "meragukan", kan?
Ya, dan itu pun masih belum kita bandingkan dengan serangan Obito atau Madara yang telah menjadi Jinchuuriki Juubi, ataupun anggota klan Ootsutsuki murni seperti Toneri, Kaguya, Isshiki, dsb.
Maka dari itu, Yata no Kagami milik Itachi masuk ke dalam kasus "NLF" apabila dikatakan mampu menahan segala serangan.
---
b. Untuk Fiksi Dengan Judul yang Berbeda
○ Pernyataan :
Saitama dapat mengalahkan semua lawannya dalam 1 pukulan. Judulnya saja "One-Punch Man". Jadi, mau itu lawan Goku, Accelerator, Azathoth, atau yang lainnya, pasti bisa Saitama kalahkan dalam 1 pukulan.
○ Pembahasan :
Kita mungkin sudah tak asing lagi dengan aksi Saitama yang mampu mengalahkan hampir semua lawannya dalam 1 Hit K.O. Dari hal tersebut, tidak sedikit orang yang bilang atau menyatakan bahwa Saitama akan mampu mengalahkan siapa pun dengan pukulannya.
Akan tetapi, apa memang seperti itu?
Apakah Saitama pernah menghancurkan galaksi dengan pukulannya?
Enggak, kan?
Apakah Saitama pernah menghancurkan alam semesta dengan pukulannya?
Enggak, kan?
Dari sini saja, kita sudah "meragukan" daya hancur pukulan Saitama akan sampai sejauh mana. Ini bahkan kita belum pergi ke ranah Multiverse, atau bahkan dimensi yang lebih tinggi (5-D, 6-D, dsb).
Maka dari itu, pukulan milik Saitama masuk ke dalam kasus "NLF" apabila dikatakan mampu mengalahkan siapa pun dalam sekali serang.
————————————————————————
D. Cara Mengalkulasi Suatu Hal yang NLF
Kasus NLF terjadi karena kita tidak memiliki batasan yang jelas pada suatu hal. Dari paparan barusan, berarti, yang kita butuhkan adalah "Batasan" itu sendiri.
Lalu, bagaimana cara kita menentukan batasan tersebut?
Jawabannya adalah "Ambil prestasi terbaiknya".
Contoh :
Ada karakter A. Si A ini sangat kuat, dan belum ada suatu hal pun yang tidak bisa dirinya hancurkan selama fiksinya berjalan sampai tamat.
Nah, dari ini, si A masuk ke dalam kasus "NLF" karena "batasan"-nya tidak jelas.
Cara untuk mencari tahu batasan tersebut adalah dengan menganalisis sejauh mana si A pernah berbuat sejak fiksinya berjalan sampai tamat.
Misalnya, sepanjang ceritanya, si A ini paling tinggi mampu menghancurkan matahari. Jika begitu, maka batasan si A adalah "Star Level 『Level Bintang』".
Jadi, si A akan dinyatakan mampu menghancurkan segala hal yang levelnya setingkat bintang, atau yang levelnya lebih kecil dari bintang (Seperti planet, bulan, negara, dst).
Soalnya, A tidak memiliki bukti yang cukup, yang sanggup membuktikan kalau dirinya dapat menghancurkan hal yang levelnya lebih tinggi dari bintang (Seperti tata surya, galaksi, alam semesta, dst).
Lalu, bagaimana jika fiksi tersebut belum tamat?
Apabila fiksi tersebut belum tamat, maka ambil prestasi terbaiknya dari saat fiksi tersebut dimulai sampai dengan Chapter atau Episode terbaru yang telah rilis.
Jika begitu, bagaimana jika nantinya terjadi peningkatan prestasi?
Ya tetap sama saja, yakni ambil prestasi terbaiknya.
Contoh :
Di Chapter 26, Z baru bisa menghancurkan planet. Lalu, di Chapter 60 (yang baru rilis), Z bisa menghancurkan bintang. Jika begitu, maka yang diambil adalah yang paling tinggi, yakni bintang.
———————————————————————
E. Kalkulasi Khusus
Beberapa judul fiksi tidak hanya menganut kekuatan fisik belaka. Ada di antara judul fiksi yang menampilkan suatu kemampuan yang memiliki efek khusus yang biasa kita kenal dengan "Hax".
Lalu, beberapa jenis "Hax" yang berhubungan dengan "Causality 『Sebab Akibat』", "Spatial 『Ruang』", "Time 『Waktu』", atau sejenisnya tidak mengenal kata "NLF" jika masih berada dalam ranah dimensi yang sama.
Contoh :
Sepanjang seri, RTZ milik Giorno Giovanna belum diketahui batasannya.
Jika kita lihat, RTZ sendiri termasuk Hax yang masuk ke "Causality Manipulation".
Dari sini, kita bisa menyatakan bahwa RTZ masih bisa memengaruhi semua makhluk atau entitas yang masih 3-D. Namun, RTZ masih tidak memiliki bukti bisa mempan ke makhluk atau entitas yang lebih tinggi (4-D, 5-D, 6-D, dst).
Jadi, batasan dari RTZ adalah hanya berlaku untuk makhluk atau entitas 3-D.



Komentar
Posting Komentar